Marcointerior.com – Perbedaan gaya interior scandinavian japandi sering bikin kamu bingung saat memilih konsep desain rumah atau apartemen. Sekilas memang mirip karena sama-sama minimalis, terang, dan rapi, tapi kalau diperhatikan lebih dalam, ada karakter yang benar-benar berbeda. Nah, kalau kamu ingin tahu mana yang paling cocok dengan gaya hidupmu, lanjut baca sampai akhir karena di sini kita langsung bahas ke inti perbedaannya.
1. Akar Filosofi yang Membentuk Karakter Ruang
Perbedaan interior scandinavian japandi paling terasa dari filosofi dasarnya. Scandinavian lahir dari negara Nordik yang dingin, sehingga fokus pada kenyamanan, kehangatan, dan cahaya alami. Gaya ini ingin membuat rumah terasa cozy meski cuaca di luar ekstrem.
Sementara Japandi adalah hasil perpaduan Japanese dan Scandinavian. Dari Jepang, Japandi membawa filosofi wabi-sabi yang menghargai ketidaksempurnaan dan ketenangan. Jadi perbedaan interior scandinavian japandi terlihat dari suasana ruang, di mana Scandinavian terasa lebih “hidup” dan ramah, sedangkan Japandi lebih tenang dan reflektif.
2. Palet Warna yang Digunakan
Kalau kamu perhatikan, perbedaan interior scandinavian japandi juga tampak jelas dari pilihan warna. Scandinavian identik dengan warna cerah seperti putih, abu-abu muda, krem, dan sentuhan pastel. Tujuannya agar ruangan terasa luas dan terang.
Japandi justru lebih berani bermain warna earthy dan muted. Warna cokelat kayu, beige hangat, olive, hingga abu-abu gelap sering digunakan. Karena itu, perbedaan interior scandinavian japandi membuat Japandi terasa lebih “grounded” dan dewasa, sedangkan Scandinavian terlihat segar dan ringan.
3. Pemilihan Furnitur dan Bentuk Desain
Dalam gaya interior scandinavian japandi, furnitur jadi elemen penting. Scandinavian menggunakan furnitur simpel dengan garis tegas, fungsional, dan ringan secara visual. Banyak kaki furnitur yang ramping dan terbuka agar ruangan terasa lapang.
Japandi memilih furnitur rendah dengan bentuk sederhana namun solid. Meja rendah, sofa pendek, dan furnitur dekat lantai menciptakan kesan membumi. Di sinilah gaya interior scandinavian japandi terasa kuat, karena Japandi lebih fokus pada ketenangan visual dibanding kesan airy.
4. Material yang Mendominasi Ruangan
Perbedaan gaya interior scandinavian japandi juga terlihat dari material yang digunakan. Scandinavian banyak memakai kayu terang seperti oak atau pine, dipadukan dengan kain linen, wol, dan elemen lembut lainnya.
Japandi tetap menggunakan kayu, tapi dengan warna lebih gelap dan tekstur alami yang dibiarkan terlihat. Permukaan tidak selalu halus sempurna, karena justru itulah nilai estetiknya. Maka dari itu, gaya interior scandinavian japandi terletak pada kesan akhir, Scandinavian terasa bersih dan modern, Japandi terasa natural dan tenang.
5. Tata Ruang dan Kesan Visual
Dalam hal tata ruang, perbedaan gaya interior scandinavian japandi cukup kontras. Scandinavian cenderung lebih fleksibel dan fungsional, dengan ruang yang bisa dipakai untuk banyak aktivitas. Dekorasi masih diperbolehkan selama tidak berlebihan.
Japandi jauh lebih selektif. Setiap barang punya fungsi dan makna. Ruangan dibuat lebih lapang dengan sedikit elemen, sehingga mata dan pikiran bisa “bernapas”. Gaya interior scandinavian japandi ini cocok buat kamu yang suka ruang simpel tapi penuh ketenangan.
6. Dekorasi dan Aksen Pendukung
Scandinavian masih memberi ruang untuk dekorasi seperti tanaman hijau, artwork simpel, atau lampu unik. Aksen ini membuat ruangan terasa hidup dan personal.
Sebaliknya, Japandi sangat membatasi dekorasi. Aksen biasanya berupa keramik handmade, vas sederhana, atau tanaman dengan bentuk natural. Perbedaan gaya interior scandinavian japandi di bagian ini membuat Japandi terasa lebih kalem dan berkelas tanpa banyak distraksi.
Baca juga: Dijamin Bikin Melongo! Begini Cara Mengatur Pencahayaan Dalam Ruangan Agar Terlihat Mewah
Kesimpulan
Pada akhirnya, perbedaan gaya interior scandinavian japandi terletak pada filosofi, warna, furnitur, material, hingga suasana ruang yang dihasilkan. Scandinavian terasa cerah dan cozy, sementara Japandi lebih tenang dan membumi. Memilih salah satunya bukan soal tren, tapi soal kenyamanan jangka panjang dan gaya hidup kamu sendiri.
Kalau kamu ingin menerapkan salah satu gaya ini secara maksimal, terutama untuk hunian modern, menggunakan jasa profesional bisa jadi langkah tepat. Terlebih jika kamu sedang merencanakan interior apartemen Surabaya, desain yang matang akan membuat ruang terasa estetik sekaligus nyaman sesuai karakter penghuninya.





